Yang Perlu Anda Ketahui tentang Marmer Buatan dan Marmer Alami

Kemewahan dari marmer telah menjadikannya salah satu pilihan dekorasi rumah paling cerdas untuk pembeli rumah. Lantai marmer di ruang tamu atau meja dapur berlapis marmer dapat menambahkan keindahan yang menarik pada dekorasi intrinsik yang canggih. Apakah Anda bertanya-tanya apakah marmer buatan adalah marmer asli? furnibel.com akan menjelaskan apa perbedaan marmer alami dan marmer buatan.

Apa itu Marmer Alami?
Marmer adalah batu metamorf yang sebagian besar terdiri dari kalsit. Ini adalah bentuk batu kapur yang telah berubah selama bertahun-tahun karena tekanan dan panas yang luar biasa. Sementara beberapa kelereng berwarna putih bersih, yang lain memiliki banyak sekali urat warna karena adanya berbagai mineral yang ada di batu kapur.

Marmer alami adalah batuan keras dan reaktan terhadap zat asam; karenanya berubah warna ketika terkena zat tersebut. Saat ini, marmer alam memiliki popularitas dan penerapan dalam dekorasi rumah modern, seperti dinding eksterior, patung, dapur, tangga, toilet, dll.

Apa itu Marmer Buatan?
Menggambarkan sulitnya teknologi, marmer buatan berbeda dari marmer alam dalam hal aktivitas geologis. Ini adalah ciptaan manusia yang dibangun dari puing-puing marmer kecil, bubuk batu, kuarsa, pasir, colophony, plastik, semen, dan lem akrilik, dicampur dalam rasio yang telah ditentukan. Ramuan diaduk kuat-kuat di bawah vakum dan kemudian disimpan di bawah tekanan tinggi dalam cetakan, untuk memadat, dan membentuk batu marmer keras.

Beberapa pembeli rumah sekarang lebih suka memiliki marmer buatan karena hemat biaya. Penggunaannya sebagian besar terlihat di beberapa furnitur seperti Meja Makan Marmer Stainless, meja dapur, dinding, dan lantai.

Perbedaan Antara Marmer Buatan dan Marmer Alami
Segala bentuk batu, terutama marmer, dapat menonjolkan cahaya rumah, tetapi pembeli bingung antara kelereng alami dan buatan. Berikut adalah beberapa faktor pembeda yang membantu pemilik rumah membuat pilihan yang tepat antara dua jenis kelereng.

1. Segudang Pola Warna
Marmer alam memiliki warna yang bervariasi tergantung pada keberadaan pengotor di batu kapur. Marmer buatan, sebaliknya, memiliki warna dan pola serbaguna, yang meningkatkan keragaman pilihan. Warna ditambahkan secara artifisial dan sering kali tidak memiliki warna, tekstur, butiran, dan kilau alami dari marmer alami. kelereng buatan/berbudaya

2. Pemeliharaan
Marmer alam merupakan batu mulia dengan biaya perawatan yang tinggi. Ini adalah batu yang keras tetapi rapuh dan dapat berubah warna atau terkelupas setelah beberapa saat. Jadi, seringkali disarankan untuk menyegelnya kembali setiap enam bulan. Pemilik marmer alam harus menghindari tumpahan minyak, zat asam, atau pembersih yang tidak sesuai dengan marmer karena dapat merusak batu.

Marmer buatan / buatan, di sisi lain, adalah bahan tidak berpori yang membutuhkan perawatan dan pemeliharaan yang lebih rendah. Proses pembuatan marmer buatan membuatnya tahan terhadap minyak, noda, dan perubahan warna. Bahkan pembersih biasa kompatibel dengan kelereng buatan.

3. Berat
Dibandingkan dengan marmer alam, kelereng budidaya relatif lebih ramping dan lebih ringan, sehingga memungkinkan portabilitas dengan mudah. Bobotnya yang ringan membuatnya lebih mudah untuk dipasang dan meningkatkan penghematan biaya.

4. Homogenitas
Setiap marmer alam berbeda, dan kemungkinan menemukan pasangan yang tepat sangat berbahaya. Tetapi karena itu buatan manusia, kelereng buatan bersifat homogen dan pembeli dapat menemukan sejumlah besar sampel serupa untuk implementasi. Selain itu, kelereng buatan memiliki keseragaman dua sisi, sehingga penerapannya tergantung pada preferensi pembeli.

5. Tahan Panas
Marmer alami dibentuk oleh aktivitas geografis, mengalami panas dan tekanan yang sangat besar, sedangkan kelereng buatan tidak tahan panas. Campuran untuk membuat marmer buatan terdiri dari lem, yang berisiko meleleh atau terbakar di bawah suhu tinggi.

6. Harga
Marmer alam mahal karena ini adalah batu premium yang pemotongan, penggalian, dan ketersediaannya membuatnya mahal. Sebaliknya, marmer buatan lebih murah karena dapat dengan mudah dibuat di tambang dengan campuran beberapa elemen dan dipadatkan dalam cetakan.

7. Instalasi
Menjadi batu yang keras, marmer alam membutuhkan tenaga kerja yang terampil untuk pemasangannya, atau akan menyebabkan keriting, retak, perubahan warna, dan pecahnya urat marmer. Namun, memotong, memasang, dan menyesuaikan marmer buatan tidak perlu repot karena marmer ini tidak terlalu rapuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *